Gara-gara Gigi Part 1: Tiba-tiba Bengkak dan Observasi Gigi

December 10, 2017

Jadi kumulai kisah ini dengan ... SIAPA HAH YANG BILANG SAKIT HATI LEBIH SAKIT DARIPADA SAKIT GIGI?! Aku sakit hati bisa terobati dengan makan enak. Lha sakit gigi? Mau makan gak enak, mau senyum susah, mau nangis juga makin sakit ... Belum lagi liat invoice pengobatannya ... Malah mau nangis kenceng ...



2 minggu yang lalu, tiba-tiba geraham kiri bawahku itu nyut-nyutan. Buat menekan atas-bawah itu rasanya ngilu setengah mati. Aku sudah lama banget gak sakit gigi, dan terasa sekali lebaynya hari-hariku selama 2 hari menahan penderitaan itu. Karena gak kuat, akhirnya aku pergi ke kliniknya Gina. 

Jadi, Gina ini adalah temenku dari TK sampai sekarang yang turns out become my sister karena sepupunya (Ce Yosephine) menikah sama sepupuku (Ko Sonny). 

Nah, naasnya, di hari yang nyut-nyutan sampe rasanya mau meriang itu, Gina lagi di Bali. Bodo amat, pokoknya ketemu dokter lah, harus diobati entah apapun keputusannya hari itu. Akhirnya ditangani sama dokter gigi pengganti di kliniknya Gina deh.

Setelah observasi, akhirnya gigiku cuma dibersihkan dan sedikit dibor. Pas dibor sih malah gak sakit ya. Justru aku mau nangis pas kumur terus gigi geraham kiri bawahku itu kesenggol. Ya Tuhaaan, rasanya sungguh emosional sakitnya persis kayak gak diundang nikahan si Mas Anu itu *lha kok jadi ke sini arahnya hahahahha ...

Dugaan awal, karena gigi geraham kiri bawah itu gupil ya. Beberapa bulan lalu aku makan trus tiba-tiba aja dia gupil. Tapi enggak sakit waktu itu. Jadi dugaan awalnya sakitnya karena itu. Yodahlah, karena sakit banget jadi gak bisa dilakukan tindakan apa-apa. Setelah dibersihkan, dikasih obat pereda sakit dan disuruh balik 1 minggu lagi.

Tapi aku nggak balik karena aku 'kan pindah faskes. Dari Dr. Sri ke kliniknya Gina, untuk pindah faskes BPJS itu harus nunggu bulan depan baru bisa dipakai. Yodahlah aku bertahan aja, daripada pindah lagi ke Dr. Sri yang tegas nan ngeri itu (yang bikin aku abis lepasin tambalan gigi, trus gak mau datang lagi ke sana sampai 2 tahun kemudian, karena orangnya nggak ngenakin amat kalau nanganin pasien).

Rupanya gigiku tuh marah karena jadwalnya balik kok gak balik. Mungkin juga karena aku kecapekan habis liputan seharian di JTP, malamnya gigiku berontak lagi. Sakit lagi persis kayak kejadian awal. Besoknya aku maksain kerja tapi suakiiiit banget. Karena gak tahan, aku WA lah Gina dan curhat banget kalau gigiku sakit. Eh, kok untungnya Gina ada di Persada Hospital. Langsung aku disuruh ke sana.

Long short story, 'kan memang asuransiku dari kantor itu gak mengcover pengobatan gigi. Gina putar otak buat ngakali gimana caranya supaya pengobatan hari itu nggak makan biaya banyak. Maklum ya, ngobatin gigi 'kan mahal banget memang. Akhirnya diputuskanlah sama Gina, buat foto rontgen aja di Persada, sama perawatan awal karena darurat ketimbang sakitnya menjadi-jadi. Buat biaya konsultasi dan beberapa obat, sama Gina gak dimasukkan ke bill. Yodah, sepakat. Sisa perawatannya dilakukan di klinik besok-besoknya.

Setelah observasi awal, aku langsung foto rontgen gigi. Yaampun, ternyata foto rontgen gigi itu gak enak pake banget, soalnya part masukin card-nya ke mulut itu kudu menekan bagian bawah lidah yang mana rasanya bikin pengen muntah. Tapi akhirnya berhasil setelah aku maksain buat melemaskan bagian lidah biar mudah.

Setelah foto, aku disuruh balik ke ruangan praktek Gina. Ketauanlah itu dosa-dosa gigiku. Ternyata nyut-nyutannya gigiku bukan karena berlubang. Si gigi yang berlubang itu justru jadi gigi yang innocent. Dia berdiri teguh dan tegar bagai karang walau kondisinya gak cakep. Yang justru bikin nangis itu si geraham bawah kiri yang gak ada lubangnya (tapi gupil) karena akarnya yang kesundul-sundul gigi sebelahnya. Posisinya semacam doyong begitu. Ini yang bikin sakit!

Gina langsung ambil bor dan mau membersihkan kotoran-kotoran di sekitar gigi geraham bawah kiriku. "Gin, pokok'e lek sakit mandeg o lho yo! Iki suakit sumpah," kataku. "Ohhh yo kamu malah tak bius sampe semaput!" Bhahaha sialan! 

Mungkin karena sama temen a.k.a sodara sendiri, jadinya aku merasa lebih rileks. Eh, ternyata pas dibor, gigi itu sama sekali gak sakit. Gigiku sengaja kayak dibebaskan gitu dengan dibor agak dalam. Tujuannya mengeluarkan bakteri yang bikin sakit, udara dan abses yang terjebak di dalamnya. Karena gak sakit, Gina pun lanjut terus mengukrek-ukrek itu gigi. Karena posisi tidurku bener-bener 180 derajat, aku cuma merasa sesekali clekit-clekit gitu. Ternyata ... diukrek-ukrek pakai jarum euy! :'))) #cekekGina. 

"NAH INI SING BIKIN GIGIMU SAKIT! SIK YO!" kata Gina dengan semangat 45. Ternyata yang ditarik adalah saraf yang terinfeksi. "EH INI PISAN! SIK YO DIEM O, LEK SAKIT BILANG O!" Dang!! Ditariklah kemudian sesuatu dari mulutku, bentuknya kayak gumpalan.

Ndilalah, setelah perjalanan mengukrek-ukrek gigi yang kedengarannya bikin ngilu itu, aku justru nangis dan muntah gara-gara ... yak, gara-gara NaCL! Sial memang. Jadi disemprotkan NaCL dan Aquades 'kan, mungkin buat menghentikan darah yang mengucur keluar ya. Rasanya NaCL ini sungguh jahanam. Gak enak blas! Perih, asin, pahit. Aku sampe keselek. Keselek kaget sama rasanya yang maha biadab itu. Duh, keseleknya sampai muntah, kayak gak bisa nafas. Aku kumur-kumur terus dan masih kerasa itu rasa NaCL-nya di tenggorokan. Panas. Haiiissh, mana beberapa hari yang lalu 'kan aku abis radang. Rasanya itu radang di tenggorokan kayak disiram bensin aja :')))))



Akhirnya perawatan dihentikan sama Gina. Aku disuruh minum teh kotak sama makan permen karet buat menetralisir rasa gak enak di mulut. Sambil ngobrol-ngobrol, aku dijelaskan posisi gigiku yang bandel itu. Intinya, ada 2 gigi yang harus dicabut demi kemaslahatan bersama. Satu gigi karena patah dan nyisa akarnya doang. Satunya ya gigi geraham bawah kiri yang bermasalah itu. WHAT? DICABUT? GAK ADA PILIHAN LAIN APA? Ternyata, memang gak ada pilihan lain. Gina itu bukan dokter gigi penganut dikit-dikit-dicabut-aja. Tapi buat kasusku ini, memang sebaiknya dicabut karena gigi belakangnya terus mendesak. Kalau gak dicabut, akarnya ketekan dan akan bengkak lagi dan lagi. Khawatirnya jadi kista. Setelah dicabut, insyaYesus semua masalah akan kelar ...

"Terus nanti aku gak punya gigi dong?"
"Iyo. Iso pakai gigi palsu, ditanggung BPJS sampe 450ribu."
"Eh gin, sekalian tanya yo, 'kan ini rahangku suka bunyi kletak-kletok. Sampe pernah dikira dislokasi abis kecelakaan padahal enggak. Terus ini karena gigi juga?"
"Hmmm, iyo sepertine sih gitu lek liat susunan gigimu. Lek kamu mau yo, dibehel ae. Soale abis dicabut, pasti susunan gigimu yang masih ada itu berubah. Aku dulu ya gitu. Rahangku itu bunyi-bunyi terus. Lek aku karena ngunyah cuma pakai satu sisi rahang makane rahang lain e jadi pasif. Tapi lek saranku ya lek kamu dibehel ae, Wind. Rahangku moro sembuh setelah dibehel."
"Ya Tuhan... Behel? Serius?"

Jadi bertahun yang lalu saya memang disarankan behel sama dokter gigi lain sih, karena masalah rahang ini juga. Yoloh, Betty La Fea ~



"Piro suwi behel-an gitu?"
"Paling cepet 11 bulan, yo iso sampe bertahun-tahun."
"Piro seh behel gitu Gin?"
"Lek di klinikku, atas-bawah 3,5 juta."

LANGSUNG JANTUNGAN! ITU MAH BIAYANYA SAMA DENGAN SEKALI EVENTNYA VEMALE HAHAHAHA :"))



"Pikiren sik ae, Wind. Abis cabut itu sekitar 3 minggu baru pasang behel."
"Duh aku sembarang pokok'e gak sakit sih Gin."
"Hahaha .. Yowis, kamu tak resep-i antibiotik ya. Ini kudu abis sampai 5 hari ke depan. Pokok'e kamu datang ke klinik hari Selasa, antibiotik abis, cabut 2 gigi. Gak oleh kecapekan, tidur cukup, makan sebelum cabut gigi yo.."
"Sakit nemen a?"
"Yo sakit e gigi itu karena bakteri. Lek gigimu gak bengkak, yo gak sakit. Nanti lak dibius seh."
"Oke oke! SUMPAH GIN GAK SAKIT TO?"
*insekyur ceritanya

Dan berakhirlah kisah observasi gigi keduaku itu dengan menebus sejumlah Rp500 ribu sekian yang nyatanya tak bisa dicover asuransi, BPJS atau pun reimburse ke kantor. WASSALAM, ANDA MASIH PUNYA TANGGUNGAN SEKIAN RATUS RIBU BUAT CABUT GIGI, PERAWATAN SALURAN AKAR DAN PASANG BEHEL! 

Ndak usah minta-minta nikah dalam waktu dekat ya, Wind. Gigimu lebih mahal daripada biaya resepsi kawinan :"))

Semoga hari Selasa besok aku bisa keluar ruang prakteknya Gina dengan masih waras jiwa, raga dan dompet ya hahahha ...

You Might Also Like

0 comments

Flickr Images