Penikmat Senja Yang Gak Pintar Bersajak Karena Sudah Gak Lagi Romantis Orangnya

August 03, 2017

Faktanya jerapah mengandung selama 15 bulan lho~

Emang ini captionnya ngasal brengsek banget kok :))

Beberapa waktu yang lalu, ngobrol-ngobrol dengan beberapa teman di sebuah sore sambil ngopi, ngemil pisang goreng dan ngelihat bebek. Bertepatan di hari itu, ada beberapa gelaran acara musik di kotaku. Semuanya didatangi oleh musisi-musisi indie skala nasional.

Lucunya, pertanyaan pertama kami adalah, "Lho, kamu gak nonton xxx tah?". Semacam terasa 'aneh' karena ya bolehlah dibilang kami semua adalah penyuka musik. Celetukan pertama yang keluar dari mulut temanku, sebut saja Mas Dharma adalah, "Males, macet." Sementara teman lain, inisialnya Ajeng, "Gak wis, adem ngene." (Malang memang sedang kejam hawanya. Adem notok njedog!)

Selaras dengan kedua temanku itu, Mbak Nana, salah satu teman yang juga suka banget musik, nggak mencicipi satu pun acara musik di hari itu. Kami sama-sama punya prioritas lain daripada beli tiket nonton acara musik, saat ini.

Entahlah, mungkin pas Sabtu malam itu Mbak Nana lagi tenggelam sama kerjaannya hahahaha DASAR PEKERJA! 

Besok-besoknya lagi, ketemu dengan temanku yang lain, dan akhirnya kami ketawa-ketawa sendiri saat menyadari ... kami (sok) ketuaan.

Sekarang rasanya semua orang jadi "penikmat senja" yang intens mendengarkan musik-musik folk lokal. Salah to, Wind? Yo endaaaak, bagus malah daripada eker-ekeran gak jelas. Lebih baik semuanya dinikmati sambil duduk minum kopi nunggu matahari terbenam dan mendendangkan lagu-lagunya Payung Teduh.

Mungkin yang salah ya orang-orang kayak aku ini. Yang sudah kehilangan sense of poetic-nya, yang gak lagi romantis, yang gak lagi bisa melihat sisi AESTHETIC apa yang orang-orang lain sukai, yang sekarang menikmati senja ... boro-boro Cyiiin, pulang kerjanya balapan sama tutupnya portal jalan, yang melihat hujan rintik dan gerimis bukan lagi sebagai inspirasi berpuisi tapi kesempatan buat batalin janji meeting demi melanjutkan tidur, yang lebih senang ngopi murah-murah aja pokoknya bisa sambat soal hidup sama sahabat, yang sekarang tanpa disadari jadi realistis banget karena tuntutan hidup, yang sekarang malas galau daripada sedih mulu mending tidur, yang sekarang kalau datang ke gigs karena temannya manggung dan pengen reunian aja (yaini jangan dicontoh Dek, support local scene!).

Yang sekarang kalau dekat dengan seseorang tidak ada kejelasan adek lelah Mas mendingan adek ngosek lantai kamar mandi aja biar energinya lebih berfaedah

Terakhir aku begitu gembira berada di sebuah acara musik adalah tahun lalu, saat nonton The Adams bareng Mbak Nana di lapangan belakang Stadion Gajayana. Itu adalah momen di mana aku merasa sangat berenergi nyanyi semua lagu-lagunya The Adams sampai puas, walau saat itu hujan gerimisnya intens banget~ Merasa kembali jadi remaja! Nungguinnya sampe 10 taun banget soalnya :')

Kalau kata temanku, "Kita wis ketuweken lah yo (kita sudah ketuaan)", saya ralat. Bukan tua, tapi sudah gak romantis! :p

**Image randomly taken from pexels.com

You Might Also Like

1 comments

  1. sampai di titik tertentu romantis lagi kok, percayalah :D

    ReplyDelete

Flickr Images