Menakar Kadar Perasaan

August 21, 2017


Sampai hari ini, aku masih belajar untuk mencukupkan segala sesuatu. Hal yang sungguh gak gampang, karena aku merasa sering akan kebablasan. Kebablasan menyukai sesuatu, kebablasan membenci sesuatu, kebablasan bahagia, kebablasan sedih ... Sungguh, kontrol tersulit di dunia adalah kontrol terhadap diri sendiri.

Aku menulis ini supaya selalu ingat:

  • Bergembira dan bersukacita lah, secukupnya. Supaya tetap berjaga terhadap hal-hal yang tidak terkabul sesuai dengan harapan.
  • Bersedihlah, secukupnya. Karena kesedihan buat hari ini, harusnya segera dicari solusinya untuk 'dikalahkan' dan bangkit. Masalah dan kesedihan hari ini, bisa jadi tidak terlalu penting untuk Winda sebulan mendatang, dua bulan mendatang bahkan Winda di usia 30 tahun nanti. Jangan keenakan berenang dalam lembah kesedihan, kecuali kamu sedang butuh inspirasi buat bikin lagu. Cukup.
  • Jatuh cinta lah, secukupnya. Karena pada manusia, kita akan bertemu dengan kecewa walau kadarnya berbeda-beda. Karena jatuh cinta semestinya nggak membiarkan logika dibutakan romansa. 
  • Patah hati lah, secukupnya. Karena ... ya memang buat apa lama-lama untuk orang yang tidak memprioritaskan kita dalam hidupnya? Aku juga semestinya punya prioritas sendiri kan ...
  • Sibuk lah, secukupnya. Otakmu juga bakal berterimakasih kalau kamu meluangkan waktu untuk melamun 30 menit di teras walau nggak ngapa-ngapain, Wind. "Nggak ngapa-ngapain" itu juga gak selalu dosa kok.
  • Membenci lah, secukupnya. Tak perlu dipikir terlalu dalam. 
  • Terbuka lah, secukupnya. Orang yang nggak suka akan menjadikannya celah buat mematikanmu, sedangkan orang lain juga gak peduli-peduli amat sama kamu.
Thanks, Logic. You waking me up harder than my alarms. Tolong pukul kepalaku kencang-kencang kalau aku mulai jatuh dalam drama-drama yang menjerumuskanku sendiri. 

*Image taken from pexels.com

You Might Also Like

1 comments

  1. Yang paling sulit memang mengontrol diri sendiri. Saya pun merasakan seperti itu

    ReplyDelete

Flickr Images