Decision

April 03, 2017

Berargumen soal cara hidup seseorang memang tidak akan pernah ada ujungnya. Masing-masing orang pasti punya alasan dan pilihan untuk memilih cara hidup yang mereka jalani sekarang … meski memang kadang kita dihadapkan pada situasi yang tidak tepat alias tidak bisa dipilih.
Dari segala testimoni soal cara hidup, cuma satu yang bisa saya simpulkan. Tidak ada satu orang pun yang ingin hidupnya susah. Semua orang ingin punya taraf hidup yang lebih baik. Naik satu-dua level dari hidupnya yang bergelimang kesusahan. Bahkan banyak yang becanda, “Pokoknya pengen hidup yang enak, sampai nggak perlu lagi lihat price-tag kalau mau beli barang.” Alias sampai taraf finansial yang berkecukupan hingga berlebih-lebihan.
Tapi, nggak semua orang cuma berpikir perkara kemapanan finansial untuk mendeskripsikan hidup yang aman, jauh dari rasa insecure. Ada kok orang-orang yang mendeskripsikan hidup yang bahagia itu dengan “hidup apa adanya, sederhana saja.” Lebih mendalam menelisik soal kedamaian hati yang membuat seseorang merasa memiliki hidupnya secara penuh. Tak peduli sekeras apa pun ia bekerja, bukan lagi perkara harta yang dicari, tetapi kepuasan dan kedamaian diri. Memang, sekali lagi, ada kok orang-orang yang mendeskripsikan hidup yang bahagia itu dengan menyalurkan energi lebihnya dan pikiran-pikirannya yang riuh dengan cara yang ‘menyehatkan’, bukan menyesatkan.
Entah level hidup seperti apa yang sedang dipijak, semua orang mestinya tahu 3 hal dasar yang mungkin sudah bosan dikatakan para motivator di kelas-kelas terapi dan motivasi:
- Perhitungkan baik-baik segala keputusan hidupmu. Your steps today will bring you anywhere or … not at all …
- Bekerja keraslah dan bekerja cerdaslah. Jika ini tidak bisa bekerja dengan baik, segera putar otak untuk mencari jalan alternatif. Mengutip perkataan bos saya kemarin lusa, “Karena waktu dan klien nggak bisa menunggu.”
- Salah mengambil keputusan hidup. Sekali, termaafkan. Dua, tiga kali dan seterusnya … keledai saja gak akan jatuh dua kali ke dalam lubang yang sama. Take a lesson from your previous failure.
Kalau boleh saya menambahkan satu saja poin penting dalam tulisan yang sebetulnya perwujudan dari pet-peeves ini adalah:
Pastikan kesalahanmu mengambil keputusan hidup, tidak membentangkan tambang besar yang berakibat menghambat masa depan orang lain.
** Semoga menuliskan uneg-uneg ini di sini, menjadi keputusan yang tepat untuk menghindari konflik, menyalurkan rasa tidak nyaman dan pengingat hidup supaya tidak menjilat ludah sendiri.

You Might Also Like

0 comments

Flickr Images