Aku Rindu Menulis

April 27, 2017

Ya iya, setiap hari aku memang menulis. Menulis untuk menyambung hidup. Nggak di pekerjaan utama (oh ya, sekarang aku ‘menulis’ proposal sih), di pekerjaan sampingan ataupun di blog sebelah. 
Lha, nulis terus kenapa masih rindu?
Karena aku nulisnya bukan menulis apa yang ada dari hatiku. Padahal dulunya aku jadi ‘pintar’ menulis karena aku suka menulis curhatan. Mungkin dari 10 ribu jam-ku, seperempat awalnya aku mulai dengan nulis-nulis remeh. Tapi justru itu latihan terbaikku sampai akhirnya aku ada di step ini.
Kayaknya benar gitu kata orang-orang, rutinitas membunuh kreativitas. Aku menulis berdasarkan standar dan pola yang sudah ada. Cerpen, puisi, fragmen-fragmen, review musik, opini … Hal-hal yang jarang sekali aku sentuh kurang lebih 3 tahun belakangan ini.
Aku jadi takut bodoh. Asli. Takut kreativitasku tergerus. Bahkan, 3 tahun belakangan ini aku sudah gak pernah lagi menulis lagu karena aku susah memulainya. Menggabungkan musik dengan lirik jadi tantangan buatku yang tiap hari nulis artikel tips. Duh!
Saking kangennya, aku sampai bebersih Tumblr ini beberapa hari yang lalu. Ngapus-ngapus postingan masa lalu, menggantinya ke private post. Sebetulnya ini sudah aku lakukan sejak Januari dan aku sok-sok-an pengen ikutan challenge 365 days writing challenge. Tapi ya balik lagi, komitmen adalah bagian tersulit dalam kegiatan ini hahahah .. Jadi aku gugur di hari ke-5 challenge tersebut.
Nah, bulan ini satu kerjaan freelanceku berakhir. Puji Tuhan, digantikan dengan pekerjaan freelance lainnya, tapi tidak berhubungan dengan menulis kok. Jadi aku alokasikan waktu, tenaga dan pikiranku, menggantikannya dengan mengasah lagi kemampuan linguistikku (atau kemampuan ‘curhat’ku) dengan free writing seperti ini.
Sumpah aku kangen nyatir dengan tulisan yang elegan! :))

You Might Also Like

0 comments

Flickr Images