Resolved

January 02, 2017

Resolusi. Re-solusi. Bertahun-tahun aku dengar, aku menulis dan dari sekian resolusi tahun baru, biasanya hanya 1-2 hal yang tuntas kulakukan sampai akhir tahun. Sisanya, jangan ditanya. Bubar, babar blas. Beberapa sisanya malah terwujud sekian tahun setelah resolusi itu pertama kali ditulis.
Sejak 3-4 tahun yang lalu, aku berhenti menulis resolusi tahun baru. Menggantinya dengan resolusi-hari-baru alias tiap aku ingin berbuat sesuatu atau mencapai sesuatu, aku akan memasukkannya ke dalam list, gak perlu menunggu tahun baru lebih dulu.
“Have you ever made a New Year’s resolution that you kept?”
Pertanyaan ini bikin aku ingat, pernah aku menulis satu resolusi di tahun 2013, yaitu “Berdamai dengan diri sendiri.” Sepanjang 2013 ternyata justru aku terlibat dalam ‘drama’ yang membuat aku benci sama diriku sendiri :D
Aku justru berhasil menyelesaikan pergumulan batinku terkait hal di atas, di tahun 2015 akhir, menuju ke tahun 2016. Setelah banyak hal yang kualami medio 2013-2016 aku belajar bahwa berdamai dengan diri sendiri itu termasuk penerimaan, pelajaran soal kewajiban memaafkan tapi memberi keputusan untuk memberi kesempatan kedua, atau tidak sama sekali, tanpa perasaan mengganjal di hati.
Kalau soal yang ini, sepertinya tak perlu resolusi tiap tahun, tapi tiap hari, sepanjang masih hidup di bumi.

You Might Also Like

0 comments

Flickr Images