Kick It

January 03, 2017

“What’s the 11th item in your bucket lists?”
Sekitar 3-4 tahun lalu, saya pernah ke suatu daerah villa-villa di Batu dan jalan kaki lumayan jauh mengitari sekitarnya bareng beberapa teman. Capek jalan, kami duduk-duduk di teras rumah yang sekaligus toko kelontong. Udaranya bagus, sejuk banget. Gak banyak kendaraan lewat, yang seliweran justru Mama kucing dan Mama ayam yang lagi mimpin barisan anak-anaknya.
Sambil selonjoran dan menyesap es teh, saya lihat jauh di depan mata, kelihatan gunung. Tipis-tipis masih ada kabut yang belum tuntas turun di pagi itu. “Nanti ya aku mau bangun rumah di tempat kayak gini. Di desa gini lho, tenang. Enak, hawanya dingin, masih segar. Di masa tua, gak nggelibet di kota aja,” kata saya ke teman saya yang lagi ngowos di sebelah saya.
“Oh iyo? Sepi pol gini, Win, gak ada apa-apa .. Kamu gak bisa ke mall lho.”
“Halah, gak papa, gak usah mall mall an, selesaikan secara online,” jawab saya. “Soalnya hidup yang tentram suasananya kayak gini ini bikin hati tenang … ”
Dan dimulailah obrolan visioner di teras toko kelontong itu. Tentang imajinasi rumah yang tidak terlalu besar, punya 4 kamar (tergantung nanti anakku berapa) dan satu ruang baca menghadap ke arah gunung. Ruang keluarganya gak bersekat, tapi modelnya seperti campfire dengan sofa melingkar. Ruang makan di luar dengan dapur yang jendelanya besar sebagai penghubung.
Karena bangunan rumahnya tidak besar, tanah lapangnya jadi lebih lega. Di dekat ruang makan outdoor itu, akan kubangun kandang ayam dan bebek. Punya kelinci banyak, hasil ternak sendiri dan gak boleh disate :)) Sementara itu, ada kolam ikan, gak usah gede-gede gapapa lah, penting ada suara kecipak air supaya selalu hidup.
Sisa tanah digunakan buat bercocok tanam. Selada, wortel, kentang … Apapun yang bisa tumbuh dan syukur bisa jadi pasokan bahan makanan dapur sendiri. Di sekitarnya ditanami dua pohon besar dan di tengahnya dibangun deck kayu. Pohon besar itu jadi ‘tangan’ untuk dibangun kursi ayun, dan deck kayu untuk tempat berpijak, semacam panggung mini. Ya siapa tahu ‘kan temen-temen atau tetangga suka ngumpul nyanyi nyanyi.
Tiap minggu pagi, kumpul bareng sekeluarga buat sarapan dan ngobrol2 sampai lunch. Sounds great ya! 😄
Wah ceritanya bisa detil gini ya. Mumpung … ngayal gratis, gak kudu subscribe berbayar hehehe … Menjawab pertanyaan di atas, jadi poin ke-11 dalam bucket listsku adalah, ya, tinggal di desa di hari tua ✌
“Eh, Win, kamu sadar gak sih, mimpimu itu mengindikasian sebenernya kamu itu introvert,” kata teman saya. “Keliatan di luar tok kamu terbuka, tapi sebetulnya kamu kaya punya ruang sendiri yang dikunci rapat toh? Ya 'kan?”
“Hahahaha … Yo maklum, Aquarian sejati~”

You Might Also Like

0 comments

Flickr Images