Misteri Mereka Yang Datang dan Pergi

December 31, 2016

 Saya pernah membaca sebuah kalimat, yang menurut saya cukup ‘menampar’, kira-kira kalimatnya seperti ini: “Mereka yang membuatmu jatuh cinta di usia belasan, ternyata tak lagi menarik buatmu saat kamu berusia puluhan.”
Secara umum, kalimat itu seperti mewakili: Kamu akan ‘kagum’ jika menyadari mereka yang dulunya kamu risaukan, seiring berjalannya waktu, tak begitu lagi ‘berharga’ buatmu. 
Benar atau tidak? Yang saya alami, benar terjadi. Di usia remaja, pernah mengagumi seseorang. Saat saya dewasa, dia ternyata tak semenarik dulu karena ternyata kami tak begitu cocok. Tak begitu cocok mengacu pada ketidaksamaan cara pandang melihat hidup. Tiga-empat tahun lalu, pernah menemukan orang yang sama cara pandangnya melihat hidup, tetapi kemudian berlalu begitu saja dan saat bertemu, banyak hal yang dulunya penting jadi tak begitu penting lagi. Akhirnya kami pakai sepatu yang berbeda untuk berjalan di jalan yang beda pula.
Tetapi, sebaliknya, orang-orang yang dulunya jauh di pandangan, secara ajaib layaknya magnet berbeda kutub, saling menarik mendekat dalam satu gugusan bintang yang sama. Entah kok bisa seperti itu. 
Menurutku misteri terbesar dalam jagat semesta ini, bukanlah hilangnya kapal-kapal yang ditelan Segitiga Bermuda, tapi “bagaimana chemistry bisa datang dan pergi, kadang dengan dan tanpa alasan.”
Kadang pembicaraan soal konsep ke-Tuhanan bisa mendekatkan kita dengan seseorang. Kadang pula, pembicaraan soal kemana kita mau ngopi malam ini, bisa menjauhkan kita dengan seseorang. Hidup dan memahami manusia, ternyata bisa sekompleks itu.

You Might Also Like

0 comments

Flickr Images